Obyek Wisata

Boekit Tinggi, Tempat Wisata Madura Rasa Padang dan Lembang

Saat mendengar kata Boekit Tinggi, pastilah yang terbayang adalah dataran tinggi di wilayah Sumatera Barat. Tempatnya indah..adem..dan ada ikon Jam Gadangnya. Saya sempat mengernyitkan dahi ketika mendengar ada tempat wisata bernama Boekit Tinggi di wilayah Sumenep. Wahh..mana ada dataran tinggi di Sumenep? Semua wilayah di Madura ketinggiannya dibawah 500 mdpl. Tapi foto-foto yang berseliweran saat itu (2015) menunjukkan pemandangan di ketinggian yang memang selalu indah.

Sampai akhirnya ada kesempatan saya mengunjungi tempat wisata yang termasuk wilayah desa Daramista kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep. Pertama kali kesana sudah lewat senja alias udah gelap. Meskipun gak kelihatan pemandangannya..tapi titik-titik lampu di bawah membuat saya terpesona. Gak jauh beda lah dengan kalo nongkrong di kawasan Payung – Malang 😉

Awalnya kawasan ini hanya berupa gazebo-gazebo..kolam kecil ..dan jalan pendek ke bagian bawah. Udah itu aja.. Tapi begitu saja sudah mampu menyedot perhatian warga Sumenep dan sekitarnya. Selalu rame. Bayar pun hanya 2000 rupiah aja..bayar parkir. Kalo mau makan atau minum ada lah jajanan minuman instan dan camilan.

Boekit Tinggi
Bagian atas Boekit Tinggi

Kebanyakan kumpul dengan pelaku wisata di Sumenep, membuat saya kembali ke Boekit Tinggi. Surprise bangettt. Karena tak seperti dulu lagi..Boekit tinggi semakin cantik dan tentu saja semakin ramai. Yang ada disana bukan lagi gazebo dan kolam. Sudah ada flying fox, rumah pohon, flying bike, rumah hobbit seperti yang di Lembang itu…ada juga area khusus jual makanan yaitu Kampoeng Toea.

Bagaimana Menuju Ke Boekit Tinggi

Boekit Tinggi
Gerbang Boekit Tinggi

Untuk sampai ke Boekit Tinggi bisa ditempuh dengan naik kendaraan pribadi. Ya sih..kebanyakan gak ada angkutan ya yang bisa membawa wisatawan langsung gitu ke tempat wisata. Naik mobil atau sepeda motor, kalo becak..heheh kasian atuh abang becaknya karena jalannya nanjak sampe beberapa ratus meter. Melewati jalan utama Sumenep-Lenteng, dan masuk ke arah Boekit Tinggi tepat di samping Balai Desa  Daramista. Dari situ sekitar 2 km menyusuri perkampungan. Jalannya relatif sempit, mobil berpapasan harus minggir-minggir banget, atau mundur salah satu.

Makanya saya kalo kesini sih enaknya emang naik motor. Diajak naik mobil ya pas malam hari..jadi sepi gak ada pengguna jalan lainnya ..gak ada resiko papasan dengan mobil lain hehehe.

Kalo mau ke Sumenepnya sih..banyak pilihan transportasinya.. Tinggal pilih.. 🙂

Tiket Masuk

Tiket masuk ke Boekit Tinggi termasuk murah loh..hanya 5000 rupiah saja per orang. Parkir motor 2000. Kalo mau free masuk ke area rumah pohon dan bebas foto-foto di situ tiketnya 15.000. Itu udah puas mau sampe berapa jam pun di Boekit Tinggi. Untuk menikmati fasilitas flying fox,flying bike, ATV, bayarnya lain lagi ya..sekitar 20.000-30.000 per orang.

Fasilitas

Ada berbagai fasilitas yang tersedia di tempat ini, diantaranya :

Area Parkir, parkir motor dan mobil tersedia cukup (untuk puluhan motor dan mobil). Tetapi untuk waktu tertentu parkir dipindah ke tempat yang agak jauh di bawah lokasi wisata, misalnya saat lebaran sampai seminggu sesudah lebaran. Jadi pengunjung ya jalan kaki naik-naik ke puncak gunung deh.. Kalo hari-hari biasa ya langsung parkirnya di sekitar pintu masuk/loket.

Tempat Makan, tersedia area café di Boekit Tinggi ini. Namanya Kampoeng Toea. Berisi saung-saung khusus untuk tempat makan. Menunya ada bakso dan mie. Tapi kalo makannya disini gak bisa ya makan-makan sambil lihat pemandangan..hehe Ya iyalah..biar fokus makan.. Selain itu ada juga warung jual makanan dan minuman ringan di bagian atas.

Toilet,toilet tersedia di 2 area, yaitu di sekitar loket masuk dan diatas dekat gazebo.

Spot foto, di lokasi ini banyak sekali pilihan spot foto, mulai dari rumah pohon, sarang burung, rumah hobbit, ayunan, flying fox, flying bike, panahan, berkuda, lengkappp. Spot foto disini mengingatkan saya dengan Lembang ..kental banget suasananya Lembangnya 😉

Camping Ground, yang pengen nginep di Boekit Tinggi silahkan bawa tenda yaaa..ada camping groundnya. Karena di Boekit Tinggi belum ada penginapan (homestay).

Tempat ini buka dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Tapi waktu favorit saya ke tempat ini sore sampai lepas magrib. Selain karena gak panas, pemandangan langit menjelang senjanya juga dapet banget. Meskipun yaa gak bisa lihat detik-detik mataharinya tenggelam. Selain itu kalo musim hujan juga kerennya pemandangannya hijau segar.

Jangan sampai dilewatkan tempat ini ya kalo liburan ke Sumenep Madura 🙂

5 thoughts on “Boekit Tinggi, Tempat Wisata Madura Rasa Padang dan Lembang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *