Uncategorized

International Tour de Banyuwangi Ijen

Sport Tourism saat ini semakin bisa diandalkan menjadi daya tarik utama. Termasuk International Tour De Banyuwangi Ijen (ITdBI). Ajang balap sepeda ini akan dilangsungkan pada 26-29 September 2018. Ada empat etape dalam kompetisi ini.

ITdBI 2018 akan diikuti 20 tim kontinental dari 22 negara. Mereka siap melalui rute-rute berat yang ada di kabupaten Banyuwangi. Salah satu medan yang paling tenar adalah tanjakan di Gunung Ijen.

Para pembalap yang berpartisipasi berasal dari Selandia Baru, Australia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, Eritrea, Yunani dan Belgia, Perancis, Inggris, Jerman, Kolombia, Spanyol, Jepang, Belanda, Tiongkok dan Slovenia.

Semantara kompetisi tahun sebelumnya diikuti oleh 20 tim dari 29 negara diantaranya : Kanada, Perancis, Spanyol, Belanda, Rusia, Kolombia, Jepang, Korea, Tiongkok, Thailand, Iran,  Filipina, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, Selandia Baru, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Ajang ini menurut Bupati Banyuwangi Azwar Anas juga menjadi pemicu pariwisata dengan datangnya delegasi dalam dan luar negeri. Para penggemar balap sepeda dari pelbagai penjuru kota di Indonesia dan mancanegara juga berdatan.

Memasuki edisi ketujuh pada tahun 2018 ini, lomba bersepeda Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) telah diakui oleh Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai satu dari tujuh acara bersepeda terbaik di Asia. Kompetisi ini juga yang terbaik di Indonesia selama dua tahun terakhir.

Seperti pada balapan tahun sebelumnya, International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2018 dikelompokkan menjadi 4 klasifikasi, yaitu :

Perorangan Umum (Yellow Jersey),

Sprint (Green Jersey), Best Indonesia Rider

(White Jersey), dan

King of Mountain (Red Jersey).

Penasihat UCI Jamaludin Mahmood mengatakan bahwa ITdBI terdaftar di tingkat ‘Excellent’, mengikuti penilaian UCI terhadap ITdBI pada tahun 2014 dan 2015. Level ‘Excellent’ adalah level tertinggi dalam liga kompetisi balap internasional. Untuk mencapai level ini, skor event harus mencapai 90 poin.

Dari 31 kejuaraan di Asia, hanya ada tujuh event yang tercatat di level yang sangat baik atau Excellent oleh UCI pada tahun 2015. 7 event tersebut adalah  Le Tour de Langkawi di Malaysia, Tour of Japan, Tour de Korea, Tour de Iran, Japan Cup, Tour de Kumano di Jepang dan Tour de Banyuwangi Ijen.

Bedanya Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) dengan enam lokasi lainnya, ITdBI dipegang oleh sebuah kabupaten. Sementara yang lain seperti Langkawi, Jepang dan Korea dilakukan oleh sebuah negara dan Tour de Kumano dipegang oleh sebuah provinsi.

Balapan bersepeda Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) didirikan pada tahun 2012. Sementara acara serupa lainnya seperti Tour de Langkawi pertama kali diadakan pada tahun 1996, Tour de Iran pada tahun 1986, Japan Cup pada tahun 1992, Tour of Japan pada tahun 1996 yang dekat dengan pendirian Tour de Kumano di Mie Prefektur di Jepang dan Tour de Korea pada tahun 2001.

Ada empat elemen yang terlihat oleh UCI dalam menentukan apakah event kompetisi bersepeda bisa dianggap sangat bagus. Yang pertama adalah komunikasi antar peserta dan tim penjurian, kedua adalah keamanan, ketiga adalah promosi melalui media massa dan elemen terakhir adalah apakah acara tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

Untuk menuju ke Banyuwangi aksesnya bisa memalui jalur darat (bis, travel, mobil pribadi, kereta api), jalur udara sudah tersedia beberapa maskapai dari Surabaya dan Jakarta. Penginapan juga beragam, mulai hotel melati sampai bintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *