Budaya Event

Festival Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tidaklah asing bagi saya. Bukan karena saya ikut merayakannya. Tapi karena memang keduanya sudah umum dirayakan di lingkungan sekitar dan keluarga. Di lingkungan saya pernah tinggal, seperti di Malang, Jakarta, Jogja, dan Madura, perayaan Imlek dan Cap Go Meh memang sudah umum dilakukan dengan kemeriahan yang berbeda. Kalau di kota besar ya udah pasti ada di pusat perbelanjaan. Kalau di kota kecil seperti Sumenep, perayaan Imlek ya hanya di klenteng atau tempat tertentu saja. Sementara kalau di lingkungan keluarga yang rutin merayakan Imlek dan Cap Gomeh  adalah keluarga kakak ibu saya. Ya..kami hanya saling berkabar dan mengucapkan selamat.

Festival Imlek dan Cap Go Meh

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh ada yang terbesar loh di Indonesia bahkan di dunia. Dimana kah gerangan?Di Singkawang donk..Singkawang adalah salah satu kota di Kalimantan Barat yang mempunyai julukan Kota Seribu Klenteng atau Hongkongnya Indonesia. Kota yang dapat ditempuh kurang lebih 3-4 jam dari Pontianak ini penduduknya memang didominasi keturunan Tionghoa dan menganut agama Budha. Karenanya kultur budaya Tionghoa di kota ini sangat kental.

Termasuk perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Keduanya dijadikan sebagai atraksi tahunan khas Singkawang sejak tahun 2009. Dari tahun ke tahun perayaan ini selalu berhasil menyedot ratusan ribu wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Apa sih yang menarik dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang dibanding daerah lainnya?Salah satunya adalah pawai tatung. Pawai yang merupakan simbol pencucian jalanan dari roh jahat dan hal-hal negatif lainnya. Tatung adalah orang yang menjadi media masuknya roh leluhur. Ini adalah perpaduan budaya Tionghoa dan Dayak. Saat pawai berlangsung para tatung menunjukkan kekebalannya terhadap benda tajam, baik dari atas tandu maupun sambil berjalan kaki. Adegannya ekstrim banget..ya mirip akrobat atau debus gitu..Nah…orang yang jadi tatung hanya orang yang keluarganya (ayah, kakek) pernah jadi tatung.

Festival Imlek di Singkawang
Atraksi tatung perempuan saat Pawai Tatung (sumber : travel.kompas.com)

Baca Juga Ya.. : Kerapan Sapi Betina 

Setiap pawai melibatkan ribuan tatung, laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak. Jumlahnya juga terus bertambah setiap tahun. Dalam puncak perayaan Imlek 19 Februari 2019 ada 1060 Tatung yang berpartispasi, lebih banyak daripada tahun 2018 yang berjumlah 1038 tatung. Tahun ini ada juga tatung dari Australia yang ikut memeriahkan. Karena banyaknya jumlah tatung yang ikut pawai, maka atraksi ini diklaim sebagai pawai tatung terbesar di dunia. Yes..adanya di Singkawang gaess…

Tips Nonton Pawai Tatung nih :

  • Pastikan bawa kamera atau alat perekam (kamera, ponsel) siap pakai (memori cukup banyak dan batere full)
  • Alat pelindung tubuh dari panas terik matahari.
  • Meskipun acara ini gratis, pastikan memilih lokasi strategis agar leluasa bergerak sekaligus ambil gambar karena kan yang nonton ratusan ribu orang tuh..
  • Siap mental menyaksikan atraksi ekstrim yang dilakukan para tatung
  • Bawa Bekal makanan dan minuman secukupnya

Apalagi sih yang unik dan menarik dari Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini?Tradisi yang yang masuk dalam 100 Event Pariwisata di Indonesia ini juga dimeriahkan reog Ponorogo dan patung singa raksasa berwarna emas setinggi 8 meter lebih yang mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Patung singa buatan seorang seniman difabel tersebut dipajang di Stadion Kridasana Singkawang. Selain itu ada juga penampilan replika 12 naga berwarna-warni masing-masing sepanjang 20 meter. Replika naga tersebut kemudian dibakar di sebuah vihara sebagai symbol mengembalikan arwah naga ke kahyangan membawa roh-roh jahat  atau hal negative. Kalau atraksi barongsai udah pasti donk ya…Berbagai kelompok barongsai juga ikut memeriahkan pawai.

Festival Imlek di Singkawang
Replika 12 naga dalam perayaan Imlek Singkawang 2019 (Sumber : GenpiSingkawang.com)

Event ini dinilai sukses menarik ratusan ribu wisatawan, pada tahun 2018 saja tercatat 600 ribu lebih wisatawan berkunjung saat Festival Cap Go Meh berlangsung. Jumlah tersebut meningkat lagi di tahun 2019 seiring dengan semakin banyaknya atraksi di festival dan dukungan Kementrian Pariwisata RI untuk event ini.

Akomodasi dan Transportasi

Wah wisatawan sebanyak itu apa penginapannya cukup di Singkawang?Secara dia kota kecil yang penduduknya sekitar 200 ribuan dan luas sekitar 500 an km persegi..Hohoho…beneran deh gak perlu bingung penginapan kalau ke Singkawang. Begitu kita cari di aplikasi penyedia penginapan..muncul banyak pilihan penginapan. Mulai kelas melati, bintang 1 sampai 3. Belum lagi penginapan yang model buat backpacker dengan harga dibawah 100.000.

Beberapa hotel yang bisa jadi pilihan untuk tempat menginap diantaranya Swiss Bellin Singkawang, Wahana Inn,Grand Mandarin Inn, Hotel Sentosa, Hongkong Inn, Dayang Resort Singkawang, Golden Hawaii Singkawang dll. Mau hotel yang di sekitar pusat kota atau pengen yang pemandangan laut atau pegunungan..tinggal pilih dengan mengecek review tiap hotel di mesin pencarian. Tips gampangnya sih pilih review dari sumber yang terpercaya ya…

Untuk Sampai ke Singkawang, dari wilayah Jawa dan luar Kalimantan bisa menggunakan pesawat. Berbagai maskapai  melayani penerbangan langsung ke Pontianak seperti Lion Air, Garuda, Batik, Citilink, Sriwijaya, dll. Nah.. dari bandara Supadio Pontianak, ke Singkawang bisa ditempuh dengan beberapa alternative kendaraan, diantaranya bis Damri Bandara-Singkawang (atau dari pool Damri di Pontianak), bisa juga pakai travel atau sewa mobil. Tarif Damri sekitar 100 ribuan dan menjadi alternative transportasi termurah dibanding travel atau sewa mobil. Tapi tentu ada perbedaan fasilitas ya..misalnya kalau travel ya tinggal dijemput dimana langsung diantar sampai tujuan. Kalau sewa mobil kita masih bisa mampir kemana pun yang kita mau. Ya..ono reggo ono rupo lah ya gaes…

Wisata di Singkawang

Nah kalau udah nyampe Singkawang tentu saja sayang banget kalau cuma sehari aja pas perayaan. Secara kan udah jauh-jauh nih ..melalui perjalanan panjang..berliku dan penuh onak (halah lagu apa sih ini..) bolehlah kalau stay 1-2 hari lagi untuk eksplor dan melihat berbagai potensi Wisata Kota Singkawang. Wah ada apa aja nih yang bisa dikunjungi..?

Ikon Kota Singkawang, nah kalo ini mah wajib ya..minimal berfoto lah…Ada tugu naga di tengah kota Singkawang dan vihara wajib nih dikunjungi. Apalagi vihara-vihara yang punya keunikan dan jumlahnya banyak banget di Singkawang. Salah satunya adalahTri Dharma Bumi Raya. Uniknya juga vihara yang dibangun pada tahun 1878 posisinya tak jauh dari Masjid Raya Singkawang yang dibangun 1885. Salah satu bukti bahwa keragaman budaya dan agama di Singkawang bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai.

Festival Imlek di Singkawang
Vihara Tri Dharma Bumi Raya (Sumber : CNNIndonesia.com)

Mampir kesini juga ya : Monkey Forest Ubud

Pantai, kota Singkawang punya banyak pantai loh ..karena memang posisi Singkawang tak jauh dari pesisir Laut Natuna. Sebut saja Pantai Palm Beach, Pantai Batu Burung, Pantai Kura-kura, Pantai Pasir Panjang,dan Pantai Sedau. Pantai-pantai di Singkawang umumnya berpasir putih, landai, dan beberapa berbatu seperti di Pantai Laskar Pelangi Belitong.

Festival Imlek di Singkawang
Pantai di Singkawang (Sumber : indonesia-tourism.com)

Wisata Alam selain pantai juga keren.. Pilihannya ada Danau Biru SIngkawang, Danau Serantangan, Danau Tadao Indah, Air Terjun Eria, Hutan Mangrove Setapuk, Air Terjun Sibohe, dan masih banyak lagi lainnya.

Untuk Wisata Kuliner, nah..jangan sampai lewatkan berbagai kuliner khas Singkawang. Meskipun mayoritas penduduk Singkawang non muslim, tidak sulit menemukan kuliner halal di Singkawang. Berbagai jenis makanan mulai camilan, bakso, mie, rujak, seafood, semua tersedia dengan kekhasan rasa Singkawang.

Festival Imlek di Singkawang
Chai Kwe salah satu kuliner Singkawang (sumber travel.kompas.com)

Banyak ya ternyata yang bisa dinikmati di Singkawang 😀 Makanya gak perlu ragu sih kalau memang pengen memasukkan Singkawang dalam wish list travelling..kalau mau pas Festival Cap Go Meh Singkawang ya tahun 2020 deh… 🙂

Festival Imlek di Singkawang

Tulisan Ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog “Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang 2019” yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Kota Singkawang

Sumber :

http://cnnindonesia.com

http://inimulti.com

http://idntimes.com

http://misterpangalayo.com

 

 

 

 

 

48 thoughts on “Festival Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang”

  1. Nice info mba. Salah satu festival menarik yg ingin sy datangi ini. Mudah2an ada kesempatan. Apalagi yg tahun ini kemarin rame bgt ya. Tmn sy sampe susah nyari hotel karna full booking smua.

  2. Yeay, ada yang rangkumin tentang Singkawang.
    Aku juga penasaran dengan Singkawang, apalagi kalo lagi Imlek dan Cap Go Meh.
    Suatu hari nanti aku mau ke sana, ngerasain sendiri serunya yang orang-orang bilang kalo festival di Singkawang adalah festival paling heboh se-dunia.

  3. Aku lihat foto Pawai Tatung di IG tuh antara woooow dan ngeri. Seperti debus gitu ya pakai ada yang berdiri di atas golok. Heuuu … tapi meriah banget festival budaya tiap imlek dan cap go meh.

  4. Meriah gitu ya festivalnya, sangat dulu belum sempat ke singkawang….baru dipontianak aja..semoga bisa menginjakkan kaki kesana, katanya sih disana pusatnya tempat wisata yang keren keren

  5. Di Indonesia lagi yang punya festival event mewah begitu ya. Aku suka suasana Imlek yang merona dan cerah, warna merahnya itu favorit banget. Singkawang jadi ikon kota yang pengen tahu banyak soal kaum Tionghoa. Pan kapan bisa x kesini ya.

  6. Aku juga ikut lomba singkawang, dan ternyata sangat bagus banget buat lokasi pariwisata singkawang. Setiap tahun bulan februari ada festival imlek dan cap go meh dari suku Tionghoa

  7. Meriah banget imlek di singkawang. Sejauh ini baru denger2 aja dari temen keseruan kota ini dan kini semakin bertambah penasaran baca artikel ini. Ahhh..semoga kesampaian utk menjejak di singkawang

  8. Keliatan banget akulturasi budaya Tionghoa sama Dayak di Singkawang, ya, mba.. Seru dan meriah perayaan imlek dan cap go meh di sana.. Gak heran banyak turis dalam dan luar negeri juga yang tertarik buat nonton langsung di sana ya..

  9. Sudah jadi acara tahunan ya Festival Imlek di Singkawang. Tapi untuk nonton Tatung, walah ngeri-ngeri sedap kayaknya. Ngintip dari balik jari aja kali…

  10. Festival Cap Go Meh di Singkawang ini sudah menjadi event tahunan warga setempat sik dari tahun kapan. Dan di sini, toleransinya sangat tinggi. Meski warung yang ada menunya babinya berhadapan dengan warung halal yang hanya dibatasi jalan, semua damai, nggak ada yang mempermasalahkan. Aku cinta keragaman tapi harmoni di sini.

    Oh ya mbak, kalau Singkawang tenar dengan Festival Cap Go Meh, you should visit Selat Panjang yang meriah juga dengan acara perayaan tahun baru imleknya. Mirip2 perayaan di Singkawang ini juga. Duuuuh jadi kangen makan mie pangsit Singkawang. heheh

  11. Aku pengen banget bisa main ke Singkawang, kaya akan budaya yang unik ya, belum lagi alamnya indah..paket komplet ya wisata ke sana..aku ngilu liat atraksinyaaa..

  12. Singkawang selalu ramai saat imlek dan cap go meh ya mbak. Pengen deh ke sana pas momen2 itu 😀
    Agak2 ngeri2 sedap ya liat festival Tatnu yaaa, tapi gimanapun itu bagian dr budaya TFS 😀

  13. iya sih, aku juga semula ragu memasukkan singkawang sebagai tujuan destinasi wisata mengingat disana banyak yang non muslim. aku khawatir kayak daerah toraja atau bali gitu. tapi baca tulisan ini ternyata tetap mudah ya menemkan makana halalnya

Tinggalkan Balasan ke Sara Neyrhiza Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *