Tips

Pengalaman Mengurus Visa Amerika di Surabaya

Pengalaman mengurus visa Amerika di Surabaya ini saya dapat sekitar bulan Juli 2018. Yap..tahun lalu…dalam rangka ingin memenuhi ajakan Google untuk ikut Local Guides Connect Live (LGCL)2018. Ini adalah event tahunan Google untuk para Local Guides aktif dari berbagai penjuru dunia.

Mengurus Visa Amerika di Surabaya

Saya mengawali langkah dengan membuat paspor, yang Alhamdulillah bisa diurus di Madura (Pamekasan). Setelah paspor jadi..barulah saya merencanakan untuk mengurus visa Amerika. Saya memilih untuk mengurusnya di Konjen Amerika di Surabaya. Selain di Surabaya, bisa sih diurus di Jakarta..tapi ya pilih yang terdekat sajah…

Ohiya, dalam rangka mengurus visa ini, Google sebagai pihak yang mengundang (dan menanggung segala keperluan selama acara berlangsung termasuk transport dan akomodasi), memberikan surat semacam rekomendasi untuk memudahkan pembuatan visa.

Persiapan berikutnya adalah pas foto. Nah pas foto sesuai dengan ketentuan yang ada di situs Aplikasi Visa A.S. ya..Untuk yang memakai jilbab, pastikan gak pake yang ada pet nya..jadi bentuk kepala dan wajah jelas..Tidak boleh ada bayang-bayang di bagian belakang, tidak boleh pakai kacamata, background putih, wajah kita harus sesuai dengan aslinya (kan banyak tuh foto yang lebih cakep dari pada aslinya..hahaha).

Untuk urusan foto ini teman-teman di Surabaya ada yang foto khusus di studio foto yang sudah terbiasa menangani untuk visa Amerika. Ada juga yang nggak, yang penting hasilnya sesuai dengan ketentuan. Mau foto sendiri juga boleh loh…Cuma ya gak perlu di beautify yaa..

Hasil foto bisa dicoba disubmit dulu untuk memastikan sesuai ketentuan atau nggak..Biasanya kalau kurang apa gitu ada infonya..Foto ditolak karena apa…misalnya karena kurang dekat..Ya bisa aja kita crop aja fotonya lalu coba disubmit lagi. Sampai ada keterangan foto sesuai dengan ketentuan..kita bisa melanjutkan pengisian form.

Foto ini nanti perlu kita cetak 5×5 cm, berwarna, dan glossy. Ini sih urusan gampang ya…yang penting foto sudah dipastikan sesuai ketentuan dengan ujicoba submit tadi… Yang dibutuhkan 1 lembar aja sih..tapi menyiapkan 2-3 lembar juga gapapa.

Nah setelah mendapat surat rekomendasi dari Google, foto beres, saya mencoba mulai mengakses situs https://cgifederal.secure.force.com untuk pengisian formulir pengajuan visa Wisata/Bisnis non imigran. Saya harus membuat akun dulu..(akun ini bisa dipake seterusnya kalau mengajukan lagi).

Butuh waktu beberapa hari setelah mendapat surat dari Google untuk memberanikan diri mengisi formulirnya. Ya grogi ada..ndredek alias dagdigdug ada..Ya ampun baru juga ngisi formulir..Iya…takut salah gitu. Sebenarnya proses mengisinya gak lama, tapi memang banyak isian formulirnya. Dan kita harus hati-hati mengisinya, pastikan sesuai dengan dokumen yang kita punya (paspor,dll).

Pengisian formulir bisa dilakukan bertahap…Jadi missal gak selesai karena suatu dan lain hal..kita bisa save dulu datanya. Nanti dilanjutkan lagi. Selama belum disubmit, data masih bisa kita koreksi kalau memang ada yang perlu dikoreksi.

Saya mengisi sendiri, dengan sedikit bantuan dari teman-teman calon peserta LGCL lainnya. Ada beberapa yang sudah pernah mengurus visa dan sukses. Jadi bener-bener tanpa bantuan pihak lain sebenarnya. Maaf saya lupa detail isian formulirnya. Untuk bahasa, formulir tersebut sudah ditranslate, jadi kita tetep bisa ngerti harus mengisi apa.

Selesai mengisi form dan mengunggah pas foto, kita harus mengakses situs untuk pembayaran. Hanya informasi aja kalau sudah selesai mengisi formulir, dan kita dapet nomer rekening untuk pembayaran visa. Nah pembayaran hanya bisa lewat CIMB Niaga ya…setor tunai atau transfer bisa sih, tapi karena saya gak punya rekening di CIMB Niaga, ya saya setor tunai di cabang/unit terdekat. Biaya 160 US$, bayar pake rupiah..dikurskan rupiah sekitar 2,3 juta.  Hahahaha dan saya cek terdekat itu ya di Surabaya juga gessss…

Proses pembayaran cepat sih…ya kayak setor tunai biasa..dengan nomer rekening yang didapat pada saat pengajuan pembayaran. Setelah itu kita dapet slip (ini disimpen baek-baek ya…karena diserahkan pada saat wawancara), dan menunggu verifikasi dari rekening penerima. Verifikasinya esok harinya diatas jam 11 siang kalau gak salah..ada juga yang sore…Jadi gak perlu ditungguin di depan teller yah… 😀

Jadi setelah pembayaran..kita tunggu aja sesuai jam itu..dan coba akses ke situs untuk pengaturan jadwal wawancara. Jreng…jreng…jreng…Wawancara ini bagian akhir penentu kita dapet nggaknya visa. Tidak dapat diwakilkan. Yaudah..saya bikin jadwal 16 Juli apa ya waktu itu…hehehe…Ada pembagian jam juga yang bisa kita pilih..dan saya pilih jam 8.30 an.

Berkas yang diperlukan untuk wawancara KTP,Paspor, slip pembayaran, pas foto 1 lembar, surat dari Google, dan dokumen lain yang mendukung. Dokumen lain ini tiap orang gak sama sih ya…Ada yang sudah menyiapkan segala perijinan perusahaan (kalau yang pekerjaannya pengusaha), keterangan kerja bagi para pekerja, ada juga yang menyiapkan rekening Koran (pengalaman beberapa teman..ini gak diminta oleh petugas).  Saya sendiri  menyertakan printout screen shoot blog saya karena saya menulis pekerjaan sebagai blogger (hehehe padahal saya kerja bukan Cuma blogger aja waktu itu, dan saya gak menyertakan keterangan pekerjaan tersebut).

Proses Wawancara

Tiba saatnya wawancara. Dan kondisi kesehatan saya sedang tidak baik sodaraa…saya batuk parah. Hiks…Saya berangkat pagi buta dari Sumenep, dan langsung menuju Konjen Amerika. Ditambah dengan travel yang saya pakai ternyata masih mampir dan berhenti lama untuk makan pagi (hahaha biasanya gak pernah loh..), jadilah saya mulai gelisah..karena tentu perkiraan waktu saya sampai di Surabaya meleset. Selain itu saya juga minum obat batuk dalam rentang waktu berdekatan, seperti minum obat batuk 2 kali dosis biasa. Niatnya sih biar saya gak batuk selama di konjen atau selama wawancara berlangsung.

Well..sampai di Surabaya saya nyambung kendaraan ojek online biar cepet. Yah..waktunya udah meleset 30 menit dari rencana. Ini udah bikin suasana hati gak tenang meskipun ya itungannya gak telat juga sih..Sesampai di Konjen…ups…dari luar kota kan pasti saya bawa tas ransel kan…Tas tersebut gak boleh dibawa masuk donk…Bingung juga itu tas mau dikemanakan…Beruntung babang ojol belum minggat. Saya panggil lagi dan saya titipi tas saya. Ya Allaah si babang ojol bersedia menunggu sampai saya selesai wawancara loh. Wes saya pasrah kalaupun tas itu kenapa-napa…Bertambah lagi ya kepanikan dan ketidaknyamanan suasana hati..hahaha..

Masuk ke dalam konjen memang super ketat gais…saya Cuma bawa dompet dan map berisi berkas, HP ditinggal di tempat penitipan, begitu juga KTP. Lalu saya menunggu giliran untuk masuk ke ruang tunggu wawancara.

Gak lama sih nunggunya…lalu dipanggil dan mendapat nomer antrian nomer  130 (nomernya acak sih kayaknya). Saya duduk di ruang tunggu yang jadi satu dengan loket wawancara. Jadi kita bisa denger tuh pada diwawancara apa aja..wajah sedih dan gembira kita bisa lihat silih berganti. Yang gembira..tentu saja yang pengajuan visanya diterima..yang sedih atau tanpa ekspresi..ya..ketahuan lah yaa…

Ada kejadian konyol juga nih…Sebagai orang yang tidak berpengalaman dan kurang riset, mana tahu ya loket itu beda-beda fungsinya. Ada yang loket untuk menyerahkan berkas, loket rekam sidik jari, dan loket wawancara. Nah..waktu belum lama duduk..saya merasa nomer antrian saya dipanggil..nomer 13. Saya langsung maju donk ke loket yang manggil..Bapak bule di loket itu menegaskan lagi kalau yang dipanggil nomer 13, lalu saya cek nomer di tangan saya..Ohya Ampun…tulisannya 130 bukan 013. Tewewewew..salah lihat sayanya.. Yaudah kembali duduk lah saya. Bertambah lagi ya yang bikin suasana hati gak tenang…

Gagal fokus ini menurut saya karena minum obat batuk 2 kali dalam rentang waktu berdekatan..Agak-agak blank gitu rasanya. Ditambah juga saya masih sesekali batuk selama menunggu dipanggil. Komplit deh ya pokoknya…

Setelah itu barulah saya dipanggil ke loket penyerahan berkas..ditanya sedikit tentang tujuan dan undangan dari Google nya. Lalu menunggu lagi, dipanggil untuk rekam sidik jari. Baru kemudian wawancara..dan masih dengan bapak bule yang tadi memanggil nomer 13. Pertanyaan yang diajukan ya seputar isi formulir kita..misal tentang acara di sana apa..sama siapa saja kesana, status pernikahan, punya anak berapa, anak sama siapa, pekerjaan apa, diminta lah contoh tulisan di blog saya. Ohiya..wawancaranya pakai bahasa Indonesia. Gak lama…saya dikasi kertas putih donk…Isinya pengajuan saya ditolak. Alasannya dokumen yang mengikat saya untuk kembali ke tanah air kurang kuat…hohoho…Baeklah…

Saya langsung keluar dari Konjen..mengambil barang yang dititipkan di petugas…dan langsung menghubungi babang ojol yang Alhamdulillah masih standby menunggu saya selesai wawancara. Lalu saya melanjutkan perjalanan memakai jasanya lagi.

Sepertinya saya masih dalam pengaruh obat juga kombinasi lelah setelah perjlanan mulai jam 2 pagi, kebayang kan ya rasanya… 😀 Melayang-melayang gimana gitu…

Mengurus Visa Amerika di Surabaya
Ya..Langsung cuzz aja cari makanan

Pengajuan Kedua

Karena masih penasaran..saya mencoba mengurus  visa di Surabaya lagi..sekitar 2 minggu kemudian. Memang gak ada ketentuan batas waktu minimum boleh mengajukan lagi…Yang penting ada data baru (misal pekerjaan). Prosedurnya sama..saya hanya mengubah bagian pekerjaan di formulir online. Foto saya ganti juga yang baru. Bedanya dengan sebelumnya..kali ini untuk wawancara saya pilih untuk menginap dulu di Surabaya. Jadi sehari sebelum jadwal wawancara saya sudah di Surabaya. Kondisi kesehatan juga baik, pakaian lebih cerah dibanding sebelumnya. Saat berkas diserahkan ada diminta bukti sponsor. Yaudah saya kasi surat keterangan dari pemerintah daerah saya tinggal..Lainnya sama aja..

Saat wawancara saya kira akan diwawancarai dalam bahasa Indonesia..hoho ternyata pewawancara yang kali ini perempuan meminta saya menjawab dalam bahasa Inggris. Baiklah…saya jawab semampunya..meskipun tentu saja berbeda dengan kalau saya jawab dalam bahasa Indonesia ya..Dannn yang diubek-ubek masih seputar blog saya euy…diluar dugaan sih..saya kira saya akan banyak ditanya seputar pekerjaan yang baru saya cantumkan di form. Begini saja udah bikin konsentrasi buyar..dan jawaban saya mungkin tidak sesuai dengan harapan si ibuk. Jebreettt..ditolak lagi…hahaha…

Ah yasudahlah…buat saya yang penting udah saya usahakan maksimal ya..Begitu keluar dari Konjen dan mengaktifkan HP, berbagai pesan yang berkaitan dengan pekerjaan saya masuk. “Mbak..besok jadi nggak..Mbak…udah ditransfer belum untuk konsumsi besok..”dan sebagainya..dan sebagainya… Pesan-pesan yang membuat saya tak sempat bersedih karena visa ditolak (lagi). Begitu keluar dari Konjen..saya langsung berfokus untuk segera pulang dan melanjutkan pekerjaan yang melibatkan banyak orang esok harinya di Sumenep. Luar biasa cara Tuhan membuat saya cepat move on..Ya..secepat itu…

Gagal mengurus visa Amerika di Surabaya..bukan  berarti saya gak bisa berbagi tips sukses mengurus visa kan?hehehe Jadi catatan saya dari kegagalan ini :

  • Isilah formulir dengan penuh ketenangan hati dan kejernihan pikiran. Pastikan kita ingat isinya..agar saat wawancara bisa menjawab hal yang sama dengan isi formulir.
  • Mengisi pekerjaan dengan pekerjaan tetap bisa jadi unsur ‘menguatkan ikatan dengan tanah air’
  • Menjawab wawancara dengan tegas dan yakin, detail tanpa petugas harus menanyakan lagi/banyak tanya. Bahasa gak masalah mau bahasa Indonesia/Inggris.
  • Best performance ..kita sedang fit, sehat, dan fresh
  • Apakah punya pengalaman ke luar negeri penting?Hmm..gak mutlak sih..karena ada teman baru pertama kali ke luar negeri bisa dapet kok.. Yang pernah ke Amerika ..ngajuin visa lagi ditolak juga ada..
  • Pake jilbab bisa jadi kendala gak? Nggak kok..gak sedikit teman-teman yang berjilbab dapet visa.
  • Kita tidak tahu persis penyebab ditolak kenapa..ya hanya menduga-duga aja.. meskipun tertulis alasannya ‘dokumen yang mendukung untuk kembali ke tanah air kurang kuat’Perstujuan visa mutlak kewenangan konsuler.
  • Optimis tapi tetap pasrah dan siap ikhlas kalau ditolak..apalagi kalau ingat biaya visa non refundable
  • Visa di approve juga bisa sesukanya konsuler..Ada yang berlaku 3 bulan, ada yang berlaku hanya 1 minggu sesuai jadwal acara, ada juga yang multi selama 5 tahun.

Berhubung Google punya deadline untuk urisan visa selesai tanggal 17 Agustus, dan saya sudah putuskan untuk tidak mengajukan pengurusan visa lagi, yaudah… Dengan ikhlas saya menyatakan mengundurkan diri sebagai peserta Local Guides Connect Live 2018. Jadi bangku untuk saya disana diganti pesrta dari negara lain..

Semoga pengalaman saya mengurus visa di Surabaya ini bermanfaat ya …Kalau punya pengalaman lain..boleh loh menambahkan di komentar..siapa tahu bisa menambah pengetahuan teman-teman lainnya..yakan.. Informasi seputar visa Amerika bisa dibaca-baca di laman ini ya…

44 thoughts on “Pengalaman Mengurus Visa Amerika di Surabaya”

  1. Wah, mahal juga ya biaya ngurus visa Amerika ini, dan tak dikembalikan kalau pengajuannya di tolak.
    Salut mbak, walau sudah di tolak, tapi tetap mencoba lagi.
    Terus di pengajuan yang kedua ini, bayar lagi sejumlah pengajuan pertama atau gimana mbak?

      1. Wah ribet juga ya ternyata… mdh2an next ada kesempatan lagi ya Mba….saya kurang jelas nih faktor ditolaknya karena apa.. pekerjaan yg gak jelas kah? Lha kalau ini rumah tangga macam aku piye yah hehe

  2. Ngajuin visa ternyata nano-nano ya. Kudu siap mental juga kalau ditolak kaya gini. Mana sampai 2 kali kan. Ntar kalau aku ngurus sendiri kaya apa ya? hahaha

    1. Aduh, mupeng banget deh bisa ngurusin visa Amerika. Hehe, iya, jadi kepengen traveling ke Amerika. Walopun iya, kata temen-temen, ngurusin visa ini menguras tenaga dan pikiran. Uang pula. Kudu tahan banting ya 😀

  3. Huwaaa, ternyata banyak lika-likunya
    Aniwe, makasih banyak udah mau sharing mba. Saya bookmark artikelnya, siapa tahu suatu hari saya butuh. Kek, nya urus di Surabaya aja, lebih deket.

  4. Keren banget mbak ikutan google event, ternyata berliku juga ya prosesnya tahun ini rencana ikutan seleksi tapi ngga jadi, belum siap dengan prosesnya hihihi

  5. Pengalaman mengurus visa Amerika di Surabaya seru ya mba, ada aja cerita-cerita yang pasti akan sulit buat dilupain. Kalo dulu aku malah bantu urusin perpanjangan passportnya bos, istrinya bos sama 4 anak bos. Hahahaha, rombongan haji ya banyak banget.

  6. Berarti tadi biaya yg 2,3 jt apakah hangus mbak?
    Aku ada juga undangan yg Google Local Guides tapi nggak daftar mbak, merasa belum cukup hikss
    Terima kasih untuk detail infomasinya mbak
    Jadi tah tahu sekrg pengalaman yang nano-nano saat ngurus visa ya

  7. Wawancaranya pakai bahasa Inggris
    Owoouu kalau saya juga pasti asal jawab semampunya. Meskipun gagal tapi tetap semangat ya, Mbak. Semoga ada kesempatan lagi.

    Untungnya ada obat pengganti untuk kecewa, ya…

  8. Mbak, trus jadinya diterima apa ga? dari cerita di atas kan masih ditolak sampai 2x dengan biaya visa yang lumayan yak. Eh biaya visa ditanggung Google juga?

  9. Ih keren banget. Aku tuh merasa cita-cita bisa ke Amerika itu sesuatu yang tak mungkin aku lakukan. hihih. Nggak kebayang aja. Dan baru tahu juga ada studio foto khusu buat urus visa ya

  10. Yaa Allah, udah proses sepanjang itu ditolak Mbak? Sedihnyo. Tapi berhubung Mbak mengemas cerita dengan gaya unik, jadi saya pengen ketawa bacanya. Maafkeuun 😀

  11. Waaah Alhamdulillah punya pengalaman membuat visa untuk pergi ke Amerika ya. Ternyata memang benar kata orang-orang ya, kalau mengurus visa itu tergantung yang menangani juga. Tep semangat Mbak, semoga untuk yang akan mengajukan visa ke US lagi diberikan kemudahan juga setelah membaca artikel dari Mbak Dian

  12. Waduuh ternyata repot juga ya mau ke Amerika. Bayar visanya aja mahal dan ditolak pula. Apakah aku ini yang memang gak punya pekerjaan tetap. Dianggap gak punya ikatan di Indonesia wkwk

  13. Wah, harus punya semangat pantang menyerah ya, mba. Moga next dilancarkan lagi, kebayang nahan batuk klo ada di ruang model wawancara gini hihihi. Pas baca aku pun pas kena batuk, jadi sedih

  14. Aku sudah dengar kalau urus VISA Amerika memang bakalan ribet dan hasilnya belum tentu diterima
    That’s why saya masih mikir lagi mau ke negara adikuasa satu ini

    1. Yo wassalam mbak.. karena deadline dr Google untuk pengurusan visa 17 Agustus.. dan aku udah gak mau ajuin lagi waktu itu.. Jadi aku putuskan untuk mengundurkan diri.. dari keikutsertaan di LGCL 2018. The End hehe…

  15. Kok aku sedih ngilu baca ini. Masalah visa Amerika memang tidak gampang ditembus.
    Nyeseknya itu ya gak jadi dibayarin google padahal udah berusaha. Ih kalau aku susah ikhlasnya

  16. Wah, memang perjuangan banget kalau mau ngurus visa ya. Membacanya aja aku udah gemes campur senang lihat semangat mbak. Semangat mba, pasti ada solusinya.

  17. wah sulit ternyata ya mengurus visa, tapi luar biasa sekali semangatnya mbak. aku jadi termotivasi ingin keluar negeri juga. hehe.. semoga ada kesempatan lagi mbak 🙂

  18. amerika memang ketat banget yah, mereka cemas kalau kita kesana bakalan kerja pake visa turis ya mba. Hiks, aku bacany ikut sedih loh. Soalnya banyak yang pengen ke LGCL dan mba sebenernya udah beruntung. semangat ya mba

  19. Amerika Serikat ini banyak banget rewelnya. Mereka tidak mau ada begpacker datang ke negara mereka sambil mengaku-ngaku begpacker. Makanya kalau dokumen pengikat di tanah airnya nggak jelas, ya sulit diterima.

  20. Ya Allah, pengalaman yg luar biasa banget. Bikin mbrebes mili. Jadi inget undangan local guides. Mau ikutan masih maju mundur padahal belum tentu juga aku diterima, 😅 kalau ditolak sedih pisan euy.

    Salut ama semangatnya mbaak. Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan, heuheu. Tpi penasaran juga sih abis baca ceritanya, jd pengen ngerasain pengalaman ngajuin visanya. Hehe 😊

Tinggalkan Balasan ke Khoirur Rohmah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *