Cerita Perjalanan

Naik Motor Surabaya-Timor Leste : Perjalanan Kayangan ke Sape

Kayangan ke Sape

Hai Sobat  Ayok Jalan.. Gemana kabarnya? Semoga selalu sehat dan bahagia ya…

Kali ini Ayok Jalan akan melanjutkan cerita perjalanan tim dengan rute Kayangan-Waingapu. Ya rute ini cukup panjang ya.. dan melalui 2 kali penyeberangan. Penyeberangan pertama Kayangan-Poto Tano Sumbawa. Penyeberangan kedua Sape-Waingapu. Tapi untuk perjalanan Sape – Waingapu akan kami posting di artikel terpisah ya.. Oya sebagai catatan..perjalanan ini dilakukan sebelum penerapan PPKM Darurat Jawa Bali.

Kayangan ke Sape
Pelabuhan Poto Tano

Jadi nih..setelah sampai di Pelabuhan Lembar Minggu dini hari, tim Ayok Jalan langsung tancap gas kan menuju pelabuhan Kayangan. Medan yang dominan lurus, jalan relative mulus dan sepi, membuat perjalanan terasa singkat. Untuk jarak 100 km-an ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Jadi jam 03.30 WITA sudah sampai di Kayangan.

Cerita Perjalanan Surabaya-Lombok bisa dibaca di : Perjalanan Naik Kapal Surabaya-Lombok

Penyeberangan di Kayangan ini reguler ya jadi tiap jam ada kapal yang siap menyeberangkan kita ke Sumbawa. Tiket seharga Rp55.000.- untuk penumpang dengan sepeda motor. Ada pemeriksaan dokumen kesehatan nggak? Kebetulan nggak ada sih.. Mungkin karena jam 3 dini hari ya..jadi bukan jam kerja petugas. Gapapa lah.. toh tim Ayok Jalan masih berlaku dokumen swab antigennya ya kan…

Karena penyeberangan reguler, tentu tidak harus menunggu lama sampai kapal penuh baru berangkat. Saat di kapal pun dimanfaatkan untuk istirahat mengingat baru saja ngaspal 100 km. Cuaca yang bersahabat membuat perjalanan melintasi Selat Alas juga berlangsung tanpa hambatan ..lancar selama kurang lebih 2 jam.

Matahari bersinar hangat menyambut kedatangan di pelabuhan Poto Tano.  Pemandangan perbukitan di sekitar pelabuhan menyapa ramah. Tim Ayok Jalan hanya mampir di mini market di sekitar pelabuhan untuk membeli snack sebelum melanjutkan perjalanan ke Sape. Yap.. hari ini bakal menempuh jarak 400 km Sob..

Bismillah…Poto Tano-Sape

Kayangan ke Sape
Pemandangan laut sepanjang perjalanan ke Bima

Perjalanan Poto Tano – Sape ini memang cukup panjang,  melintasi daratan Pulau Sumbawa. Medan relative landai dan dominan pemandangannya laut. Berhenti di sekitar Sumbawa besar untuk mengisi BBM, premium masih tersedia dan tak ada antrian. Isi Rp60.000,-

Berhenti lagi untuk makan siang di daerah Ampela (sebelum masuk kota Dompu). Kebetulan nama warungnya Arjosari. Nah ada yang kenal nama ini kah? Yess.. ini adalah nama daerah dan terminal di Kota Malang. Dan ternyata pemilik warung memang orang Malang. Makan siang di sini dengan menu nasi campur dan es teh sekitar Rp26.000,- kalau di Jawa mungkin dengan menu serupa bisa lebih murah ya ..

Oiya perjalanan sampai ke Bima ini harus hati-hati dan selalu waspada ya..Karena tidak sedikit warga yang melepaskan ternaknya dan bebas berkeliaran di jalan. Jadi kita bakal sering ketemu aneka ternak seperti kambing, sapi, kuda di jalanan.

Kayangan ke Sape

Selesai makan siang lanjut lagi sampai Bima. Sampai di Bima sekitar jam 3 sore. Tim Ayok Jalan hanya beristirahat sebentar lalu lanjut ke Sape. Beristirahatnya gemana?Ya berhenti aja di pinggir jalan yang sekiranya aman atau saat ada pemandangan yang bagus buat difoto.

Medan Bima-Sape agak beda nih..dominan berupa hutan dengan jalanan yang berkelok-kelok dan naik turun juga. Jadi tetep harus hati-hati ya..

Sampai di Sape sekitar jam 7 malam WITA dan Tim AJ langsung menuju ke pelabuhan Sape untuk update info jadwal penyeberangan ke Waingapu.

Kayangan ke Sape
Pelabuhan Sape

Kenapa harus langsung diupdate?Karena jadwal kapal penyeberangan memang bisa berubah sewaktu-waktu, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Ditambah lagi ketentuan harus swab antigen Tim AJ kan juga harus menyesuaikan. Kalau memang harus pakai yang terbaru, ya harus swab antigen di sekitar lokasi atau di pelabuhan.

Informasi yang kami dapat ternyata penyeberangan ke Waingapu baru ada lagi hari Selasa pagi. Artinya kami harus menginap 2 malam dulu. Tapi ternyata kemudian ada update info lagi kalau  jadwal kapal dimajukan Senin malam. Baiklah…

Setelah semua fix kami putuskan untuk menginap di De Aussaf Hotel. Tarif hotel ini Rp.200.000,-/malam. Fasilitas oke sih..dapet snack dan minuman di pagi hari. Nah kalau sudah fix begini jadwal kapalnya..baru deh Tim AJ bisa istirahat dengan tenang.. Alhamdulillah sampai sejauh ini Tim AJ masih diberikan kesehatan…dan memang harus istirahat yang cukup ya biar tak kelelahan… Mengingat perjalanan Kayangan-Sape ini cukup panjang.

Di Postingan berikutnya tentang Sehari di Sape, Mampir ke Pantai Lariti dan Uma Lengge.

2 thoughts on “Naik Motor Surabaya-Timor Leste : Perjalanan Kayangan ke Sape”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *