Cerita Perjalanan

Sehari di Sape, Bisa Mampir ke Pantai Lariti dan Uma Lengge

Pantai Lariti dan Uma Lengge

Halo Sobat Ayok Jalan… Apa kabar kalian…?Semoga sehat dan bahagia selalu ya…

Postingan ini adalah kelanjutan dari cerita perjalanan  Tim Ayok Jalan Naik Motor Surabaya-Timor Leste. Kali ini tentang Sehari di Sape, Mampir ke Pantai Lariti dan Uma Lengge.

Pantai Lariti dan Uma Lengge

Sape adalah kecamatan yang masih masuk wilayah kabupaten Bima propinsi Nusa Tenggara Barat. Di Sape terdapat pelabuhan laut yang melayani penyeberangan ke wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Labuhan Bajo. Yes.. sebenarnya dari Sape sudah bisa menyeberang ke Labuhan Bajo Sob…Tapi Tim AJ tidak akan ke Labuhan Bajo dulu.. Sesuai rencana..perjalanan ini akan menuju titik finish di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Perjalanan ini dilakukan sebelum penerapan PPKM Darurat Jawa Bali ya Sob…

Sesuai informasi update tentang jadwal penyeberangan, kami harus menginap dulu di Sape semalam sebelum berangkat ke Waingapu Senin malam. Setelah cukup beristirahat semalaman, Senin pagi kami coba deh orientasi medan dulu.. Sepertinya yang paling memungkinkan untuk dikunjungi adalah Pantai Lariti dan Uam Lengge. Kalau ke Pantai Pink..hmmm bisa-bisa ketinggalan kapal dna harus menunggu beberapa hari lagi..

Bisa dibaca dulu : Perjalanan Kayangan ke Sape

Berkunjung ke Uma Lengge

Senin pagi di Sape, Tim AJ udah seger lagi Sob… Udara pagi kerasa sejuk banget di Sape. Rencana hari ini akan berkunjug ke Uma Lengge, sebuah destinasi wisata budaya yang menurut Tim AJ cukup menarik. Jarak dari hotel ke Uma Lengge sekitar 25 km.Letaknya juga mudah dijangkau, hanya sekitar 100 meter dari jalan utama

Uma Lengge berada di desa Mariya kecamatan Wawo kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan rumah tradisional suku Mbojo yang berbentuk kerucut di bagian atap dan umumnya berukuran 2×2 meter dengan tinggi 5 meter.Pada bagian atap ini juga terdapat pintu yang terhubung dengan tangga sebagai akses ke lumbung.

Bentuknya yang kerucut membuat air hujan langsung turun sehingga meminimalisasi atap bocor saat hujan deras turun. Dindingnya terbuat dari daun rumbia sehingga sirkulasi udara lancar dan suhu di dalamnya stabil. Rumah tradisional ini difungsikan sebagai lumbung atau tempat menyimpan hasil panen. 

Pantai Lariti dan Uma Lengge
Pintu Masuk Uma Lengge
Pantai Lariti dan Uma Lengge
Uma Lengge
Pantai Lariti dan Uma Lengge
Uma Lengge
Pantai Lariti dan Uma Lengge
Tim Ayok Jalan di Uma Lengge
Pantai Lariti dan Uma Lengge
Kompleks Situs Uma Lengge

Unik lah pokoknya Uma Langge ini Sob… Untuk datang kesini kita juga gak perlu ribet memang gak ada bayar tiket apa pun. Untuk mendapatkan informasi tentang Uma Langge ini bisa berdialog atau Tanya-tanya langsung dengan warga sekitar ya… Tim AJ kebetulan bertemu dengan salah satu pemilik Uma Lengge yang juga berjualan di sekitar lokasi. Pengunjung bisa beli souvenir dan makanan di sekitar kompleks Uma Lengge di desa Maria ini ya..

Kami mengeksplor kompleks Uma Lengge ini tak sampai 1 jam. Hari mulai beranjak siang dan Tim AJ memutuskan untuk segera kembali ke hotel mengingat sudah mendekati waktu cek out.

Tentang Uma Langge Bisa Dibaca : Fakta Uma Langge

Berkunjung ke Pantai Lariti

Pantai Lariti dan Uma Lengge
Pantai Lariti saat belum surut

Menjelang sore Tim AJ sudah cek out dari hotel dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sape. Etapi kami mampir dulu ke Pantai Lariti, sekitar 2-3 km jaraknya. Yang menarik dari pantai ini adalah ada pulau yang berjarak sekitar 100 meter dari pantai. Saat surut pengunjung bisa menyeberang ke pulau yang disebut Nisa Lampa Jaram ini dengan berjalan kaki saja. Tapi kalau sedang pasang..jangan ya…

Sensasinya seperti menyeberangi laut yang tampak ”terbelah dua” selebar 20 meter gais…Mirip dengan kisah Nabi Musa AS. Kabarnya sih.. pulau dan areal pantai itu pernah menjadi tempat penggembalaan ratusan ekor kuda milik Sultan Bima. Air laut surut terjadi pada jam 05.00- 07.00 dan 15.30-19.00 waktu setempat.  Berapa tiket masuk Pantai Lariti? Rp5000,- saja dan parkir Rp5000,-

Pantai Lariti dan Uma Lengge
Saat Pantai Lariti mulai surut

Tim AJ gak berlama-lama di Pantai Lariti karena haris udah mulai sore juga kan.. Segera lah kami beranjak menuju pelabuhan Sape untuk melanjutkan perjalanan ke Waingapu. Oiya biaya makan di daerah Sape berkisar antara 25-35 ribuan ya.. Ada juga menu sate gitu harganya 45.000 per porsinya.

Bagaimana perjalanan Tim AJ selanjutnya? Sobat Ayok Jalan bisa baca di artikel tentang catatan perjalanan kami dari Sape ke Waingapu lalu Kupang hingga perbatasan Indonesia-Timor Leste ya..

1 thought on “Sehari di Sape, Bisa Mampir ke Pantai Lariti dan Uma Lengge”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *